MEDAN, SUARAINDEPENDEN.ID — Majelis Ta’lim Hanura Sumatera Utara berkolaborasi dengan Bilal Mayit Indonesia Kota Medan menggelar Pelatihan Fardhu Kifayah tentang Praktek Bilal dan Pengurusan Jenazah pada Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan keagamaan ini berlangsung di Sekretariat DPD Partai Hanura Sumatera Utara, Jalan Sei Besitang No. 04, Kelurahan Sei Sikambing, Medan, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Pelatihan tersebut diselenggarakan guna memperkuat pemahaman serta keterampilan masyarakat dalam memulasara jenazah sesuai dengan kaidah dan tuntunan syariat Islam.
Kegiatan kolaborasi ini dihadiri langsung oleh Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Utara El Adrian Shah, S.E., M.I.P., Ketua DPD Majelis Ta’lim Hanura Sumatera Utara Ustadz Budi Susanto, S.H., serta Ketua Bilal Mayit Indonesia Kota Medan Ustadz Amir Husin.
Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Utara, El Adrian Shah, S.E., M.I.P., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya pelatihan ini sebagai wujud komitmen partai dalam merangkul dan membantu kebutuhan keagamaan masyarakat secara langsung.
"Partai Hanura tidak hanya hadir dalam momentum politik saja, tetapi juga harus hadir membawa manfaat nyata bagi kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat. Pelatihan fardhu kifayah ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus berjalan bersama rakyat dan membangun sinergi yang bermakna," ujar El Adrian Shah.
Ia menambahkan bahwa peran bilal mayit sangat krusial di tengah masyarakat, sehingga bekal pengetahuan dan keterampilan ini patut ditularkan dan diperluas hingga ke tingkat lingkungan.
Sementara itu, Ketua DPD Majelis Ta’lim Hanura Sumut, Ustadz Budi Susanto, S.H., menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi sarana penting untuk membekali umat dengan tata cara pengurusan jenazah yang benar sesuai syariat. "Pengurusan jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah yang membutuhkan pemahaman syariat serta keterampilan khusus.
Melalui pelatihan kolaborasi ini, kami berharap dapat mencetak lebih banyak tenaga dan petugas yang siap membantu masyarakat di lingkungan masing-masing," ungkap Ustadz Budi Susanto. Mengusung tema "Bersama Hati Nurani Menuju Umat yang Madani", kegiatan sosial-keagamaan ini ditutup dengan sesi praktik langsung pengurusan jenazah yang diikuti secara antusias oleh para peserta.
(Budi Susanto).

